Rancangan Acak Lengkap (RAL)

 No Komputer :02

Laporan Praktikum Perancangan Percobaan (PTN202)


RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) 

 

Nama : Tita Odelia Meuraxa

NPM : 2205109010004

No Komputer : 02

Laboratorium Statistik dan Sosial

 

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM – BANDA  ACEH

2024


Tinjauan pustaka

Perencanaan (planning) suatu percobaan digunakan untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan dari penelitian. Ada tiga prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam merancang suatu percobaan, yaitu:

    1. Pengacakan (Randomization)

    2. Ulangan (Replication)

    3. Pengendalian Lingkungan (Local control)

Rancangan lingkungan merupakan suatu rancangan mengenai bagaimana perlakuan- perlakuan yang dicobakan ditempatkan pada unit- unit percobaan. Yang termasuk dalam rancangan ini:

·       Rancangan Acak Lengkap (RAL),

·       Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan

·       Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), Lattice

        Rancangan acak lengkap merupakan jenis rancangan percobaan yang paling sederhana. Satuan percobaan yang digunakan homogen atau tidak I ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang dicoba atau diteliti. Faktor luar yang dapat mempengaruhi percobaan dapat dikontrol. Misalnya percobaan yang dilakukan di laboratorium/Rumah Kaca. Banyak ditemukan di laboratorium atau rumah kaca.

Keuntungan RAL yaitu :

1.     Perancangan dan pelaksanaannya mudah

2.     Analis datanya sederhana

3.     Fleksibel (sedikit lebih fleksibel dibanding RAK) dalam hal Jumlah perlakuan, Jumlah ulangan, dapat dilakukan dengan ulangan yang tidak sama

4.     Terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai

5.     Permasalahan data hilang lebih mudah ditangani (sedikit lebih mudah dibandingkan dengan RAK).

6.     Tidak memerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai bahan percobaan.

Kerugian RAL yaitu :

1.     Terkadang rancangan ini tidak efisien.

2.     Tingkat ketepatan (presisi) percobaan mungkin tidak terlalu memuaskan kecuali unit percobaan benar-benar homogen.

3.     Hanya sesuai untuk percobaan dengan jumlah perlakuan yang tidak terlalu banyak

4.     Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten (lemah) apabila satuan percobaan tidak benar-benar homogen terutama apabila jumlah ulangannya sedikit.

RAL digunakan apabila :

1.     Apabila satuan percobaan benar-benar homogen, misalnya percobaan di laboratorium, Rumah Kaca.

2.     Apabila tidak ada pengetahuan/informasi sebelumnya tentang kehomogenan satuan percobaan.

3.     Apabila jumlah perlakuan hanya sedikit, dimana derajat bebas galatnya juga akan kecil

 

        Bentuk umum model linier aditif dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai berikut: 

        Yij = µi + τi + εij atau Yij = μi + εij

Keterangan:

i = 1, 2, … , t dan j = 1, 2, … , r

Yij = Pengamatan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j

μ = Rataan umumτi = Pengaruh perlakuan ke-i

εij = Pengaruh acak pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j


 

Data RAL



Analisis

Langkah 1. Buka aplikasi SPSS pada laptop/PC. Pada contoh ini yaitu SPSS versi 24. Setelah aplikasi terbuka, maka akan memunculkan dua tampilan yaitu Data dan Output yang masih kosong seperti yang tertera pada gambar dibawah ini.

Tampilan Data

Tampilan Output

Langkah 2. Klik tampilan  Variable View  pada sudut kiri bawah. Kemudian pada bagian Name diisi  Perlakuan, Ulangan dan Hasil. Pada bagian Decimal, sesuaikan berapa banyak decimal yang akan digunakan. Pada bagian Label, dibagian  Perlakuan, diisi label “Konsentrasi Ekstrak Daun Inggu”. Sedangkan dibagian Hasil, diisi label “Rata-rata Mortalitas Larva Diaphania indica pada 1 HSA” (sesuaikan dengan data yang digunakan).

 


Langkah 3. Pada bagian Values pada Perlakuan. Klik 1 kali pada colom values perlakuan, kemudian klik titik 3 tersebut hingga muncul kotak Value Labels. Selanjutnya pada bagian Value diisi dengan angka, sedangkan bagian Label diisi dengan kode dan keterangan dari perlakuan tersebut (isi sesuai dengan data yang dipakai), kemudian klik add. Ulangi langkah tersebut sesuai data perlakuan yang tersedia. Kemudian klik oke.

Langkah 4. Kemudian klik Values pada bagian Ulangan. Kemudian klik titik 3 tersebut hingga muncul kotak Value Labels. Pada bagian Value diisi dengan angka, sedangkan bagian Label diisi dengan kode dan keterangan dari ulangan yang terdapat pada data yang dipakai tersebut, kemudian klik add. Ulangi langkah tersebut sesuai berapa banyak data yang tersedia. Kemudian klik oke.



Langkah 5. Kemudian klik bagian Data View pada bagian bawah sebelah kiri. Kemudian isi angka pada bagian perlakuan, ulangan dan hasil sesuai dengan data yang tersedia.


Langkah 6. Setelah semua data telah diisi kemudian masuk kepada tahap analisis data (membuat Output). Klik Analyze – klik General Linear Model - kilik Univariate sehingga akan muncul kotak Univariate seperti gambar dibawah ini.


                                                                    Proses Analisis data

Muncul kotak Univariate

Langkah 7. Pindahkan bagian hasil ( Rata-rata mortalitas larva Diaphania indica pada 1 HAS) kebagian Dependent Variabel yaitu dengan cara mengklik tanda panas. Kemudian pindahkan bagian perlakuan (Konsentrasi Ekstrak Daun Inggu) kebagian Fixed Factor (s).

Langkah 8. Klik tampilan menu Model pada pojok kanan atas pada kotak Univariate kemudian klik tombol Custom, selanjutnya pindahkan perlakuan yang terdapat pada bagian Factors & Covariates kebagian kotak model dengan cara klik perlakuan kemudian ubah type menjadi main effects kemudian klik tanda panah. Kemudian klik Continue.


Langkah 9. Klik menu Options, kemudian pindahkan OVERALL pada bagian Factor (s) and Factor Interactions kebagian Display Means For dengan cara klik tanda panah. Kemudian  ceklis dengan cara klik bagian Descriptive statistics dan Homogeneity tests kemudian klik continue.


Langkah 10. Klik menu Post Hoc, kemudian pindahkan perlakuan dari kotak Factor (s) ke bagian Post Hoc Tests For dengan cara klik tanda panah. Kemudian ceklis dengan cara klik LSD, Turkey dan Duncan kemudian klik tanda Continue.


Langkah 11. Kemudian pada tampilan akhir klik tanda oke seperti gambar dibawah ini, dan Output otomatis akan terbentuk.




Video analisis data RAL :


Output



youtube



Referensi

https://stat.ipb.ac.id/agusms/wp-content/uploads/2021/04/STA517-89.pdf

https://smartstat.files.wordpress.com/2009/12/2-ral.pdf


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF)